History is What's Happening!

Saya – sejujurnya – baru tau kalau ada yang namanya Indonesia Police Watch (IPW). Yang mana, menurut saya bagus banget buat mengawasi kinerja aparat yang seharusnya mengayomi masyarakat itu justru tak mendapat kepercayaan dari masyarakat itu sendiri. Cukup beralasan memang, apalagi setelah mengetahui temuan IPW di lapangan.

“Saat ini ada 40 titik lokasi penjebakan yang dilakukan oknum polisi lalulintas di Jakarta. Aksi menjebak pengendara untuk melakukan pungutan liar itu terus menerus dibiarkan. Sejak awal 2011 sampai sekarang aksi penjebakan terus berlangsung,” ujar Neta dari IPW kepada Tribun News.

40 titik yang kerap dijadikan lahan pungutan liar itu terjadi hampir di seluruh jalur busway. Selain itu, hampir di seluruh flyover dan underpass, seperti di Pasar Minggu, Pramuka, Tanah Tinggi, Pesing, dan lain-lain. Sayang, informasi ini kurang spesifik menyebutkan masing-masing dari 40 titik tersebut. Tapi paling tidak, bisa bikin kita sedikit lebih waspada pada tempat-tempat yang disebutkan diatas.

Bagaimana jebakan tersebut? Karena oknum polisi yang bertugas di titik kemacetan bukannya mengurangi masalah yang bikin semua orang stress itu, mereka justru berdiri tersembunyi di ujung jalan. Akhirnya, pengendara yang frustrasi dengan kemacetan, nekat menerobos masuk jalur busway dan kemudian terjebak alias tertangkap polisi. Nah, kalau yang satu ini harus jadi kesadaran kita sendiri. Semacet apa pun, seberapapun kita sudah terlambat, tetap tertib aja deh. Ke-tidak-tertib-an itu malah jadi salah satu penyebab Jakarta makin macet lho…

Namun, dari temuan IPW tadi jangan membuat kita men-generalisasikan kalau semua Polisi itu bertindak kurang baik. Masih banyak Polisi baik di negeri ini. Sayang, nama mereka tercoreng oleh oknum-oknum yang lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan instansi nya atau pun masyarakat.

 

Comments on: "40 Titik Jebakan di Jakarta, Awas Polisi!" (1)

  1. benar2 masalah klasik yg tdk pernah selesai dan justru semakin meradang. Sebelum lalulintas bisa ditertibkan, seharusnya aparat yg bertugas mengatur lalulintas ditertibkan dulu. Bukannya ngatur lalulintas malah malakin pengguna jalan. Bagus tuh gantian mereka yg diawasi, tp kira2 seberapa efektifnya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: