History is What's Happening!

Saya ingin berbagi pengalaman tentang paman saya yang hobi sekali minum es teh. Paman saya ini bekerja sebagai masinis kereta api dan beliau senang sekali minum es teh. Setiap ada kesempatan maka beliau akan mampir ke warung makan atau warteg di sekitar stasiun entah itu untuk sekedar makan atau mengobrol dengan teman-temannya tapi yang pasti harus ada segelas es teh manis yang menemaninya. Beliau merasa dengan minum es teh badannya akan terasa segar dan bersemangat kembali oleh sebab itu beliau seringkali minuman dingin yang satu ini.

Beberapa tahun yang lalu beliau divonis dokter terkena batu ginjal. Dan yang lebih mengejutkan lagi beliau harus melakukan cuci darah dikarenakan ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan baik lagi. Beliau sudah mengupayakan untuk mengeluarkan batu yang ada di ginjalnya baik itu melalui operasi ataupun melalui obat-obatan tradisonal. Menurut dokter penyakitnya ini disebabkan karena pekerjaan beliau yang menuntut banyak duduk dan jarang minum air putih. Dan salah satu penyebab lainnya adalah karena kebiasaan beliau yang sering minum es teh. Paman saya bingung kenapa bisa kebiasaan minum es teh dapat meyebabkan batu ginjal. Menurut dokter es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Umumnya mineral yang tidak terpakai itu akan keluar bersama air seni namun dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih. Teh panas sebenarnya juga memiliki efek buruk yang sama namun biasanya orang akan jarang meminum teh panas dalam jumlah banyak. Beda sekali dengan es teh dimana orang akan cenderung meminumnya lebih banyak apalagi disaat haus atau cuaca panas.


Akibat penyakit batu ginjal ini paman saya harus melakukan cuci darah selama kurang lebih 4 tahun dan karena penyakitnya yang tak kunjung membaik beliau meninggal di tahun 2002 lalu. Sejak kejadian itu saya dan keluarga saya berusaha untuk mengurangi konsumsi teh baik berupa es teh ataupun teh panas. Sekarang kami lebih sering mengkonsumsi air putih karena bagaimanapun juga hanya air putih yang paling sehat karena tanpa zat pengawet, pewarna atau perasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: